VOX POPULI, Kota Malang – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) angkat bicara terkait kisruh antara sopir jip dan petugas di depan loket pintu masuk Cemorolawang, Probolinggo, Minggu, 4 Mei 2025 yang lalu.
Sebelumnya viral video di beberapa sosial media yang menunjukkan emosi sopir jip yang tidak bisa masuk ke kawasan Gunung Bromo akibat kemacetan yang disebabkan portal pintu tertutup.
Tampak para sopir yang sekaligus tur guide marah karena tak bisa mengejar waktu sunrise yang menjadi tujuan para pengunjung wisata Gunung Bromo.
Beberapa pengemudi jip juga tampak memasuki kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban kepada pengelola TNBTS.
Kejadian ini membuat Kantor Balai Besar TNBTS akhirnya angkat bicara dan menjelaskan penyebab dari kisruh antara sopir dan petugas yang terjadi akhir pekan lalu.
Humas Balai Besar TNBTS, Hendra, mengatakan bahwa kejadian minggu lalu disebabkan persoalan booking online saat memasuki kawasan Gunung Bromo, Rabu, (7/5/2025).
Dijelaskan oleh Hendra bahwa pada saat akhir pekan lalu jumlah pengunjung cukup banyak dan terdapat pengunjung yang belum melakukan pemesanan tiket secara online.
“Pada waktu weekend pengunjung membludak dan ada sebagian yang belum booking online, maka petugas mengarahkan untuk menyelesaikan kewajibannya dulu dan yang sudah booking online diminta untuk langsung menuju lautan pasir,” ujar Hendra saat dihubungi melalui sambungan telepon.
“Namun saat beberapa sopir yang sedang melakukan kegiatan booking di loket, disaat yang sama jip yang dari arah bawah sudah mulai naik dan terjadi penumpukan kendaraan di satu titik lalu terjadi kemacetan sehingga jip yang mau masuk ke kawasan Bromo tak bisa bergerak,” tambahnya.
Ditanya mengenai kronologis versi sopir jip yang mengatakan bahwa kisruh awal diakibatkan permasalahan sistem elektronik yang menghambat dan tidak bisa diakses oleh para pengunjung, Hendra menampik hal tersebut.
“Mestinya jika sesuai prosedur, booking online tiket masuk kawasan Bromo dilakukan sebelum wisatawan berkunjung ke Bromo. Dan hal itu sebenarnya akan mempercepat laju kendaraan tanpa harus berhenti lama di loket pintu masuk,” jelasnya.
“Artinya jika booking online di tempat, hal itu akan menghambat pengunjung lain yang hendak masuk dan akhirnya mengakibatkan kemacetan kemudian terjadi penumpukan,” ujar Hendra kepada media ini.
Pihak pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mengklaim sudah beberapa kali melakukan sosialisasi terkait booking online melalui operator pariwisata, dan juga masyarakat yang mempunyai bisnis transportasi jip di kawasan Bromo.
Terkait kejadian tersebut Hendra menjelaskan bahwa saat ini Balai Besar TNBTS akan melakukan evaluasi, koordinasi dan juga konsolidasi untuk mengetahui kekurangan dari sistem yang sudah ditetapkan oleh pengelola.
“Terkait peristiwa minggu yang lalu kami sangat menyayangkan dan kami berharap akan selalu ada perbaikan di wisata Bromo agar drama-drama tersebut tidak terulang kembali, sehingga wisatawan akan nyaman berkunjung di kawasan bromo tengger,” tutupnya.
TNBTS saat ini berencana melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib karena ada perusakan, intimidasi, pencurian aset kantor dan juga intimidasi kepada petugas.
