Vox Populi, Pasuruan — Warga Dusun Kedamean, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, mengeluhkan debu berwarna hitam dan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas industri di sekitar permukiman mereka.
Sejumlah warga yang ditemui mengaku merasakan dampak dari kondisi tersebut. Salah seorang warga yang tidak ingin disebut identitasnya mengaku mengalami rasa serik dan gatal pada tenggorokan. Ia juga mengeluhkan debu hitam yang kerap menempel di lantai rumahnya.
“Saya sebelum berangkat kerja menyapu rumah pada pagi hari, keesokan paginya menyapu lagi karena pada siang hari debunya datang lagi,” ujarnya.
Menurutnya, debu tersebut berwarna hitam sehingga mudah terlihat di lantai rumah.
“Debunya hitam-hitam. Lantai rumah saya jadi sangat terlihat jelas,” katanya.
Warga tersebut juga menyebut dari rumahnya, cerobong pembakaran di sekitar kawasan industri terlihat mengeluarkan asap. Menurutnya, ketika arah angin menuju permukiman, debu terbawa hingga ke rumah warga.
“Dari rumah saya terlihat jelas cerobong pembakarannya mengeluarkan asap. Kalau anginnya menuju rumah, debunya pasti jatuh ke sini,” ujarnya.
Ia mengatakan mengetahui debu tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas PT Sorini Agro Asia Corporindo karena sebelumnya pernah ada aksi demonstrasi yang dilakukan warga.
“Saya tahu debu ini dari PT Sorini karena dulu sempat ada demonstrasi oleh warga,” katanya.
Warga tersebut juga menceritakan bahwa warga RT 5 sebelumnya sempat meminta bantuan LSM Pusaka untuk melakukan advokasi terkait persoalan tersebut. Namun, warga kemudian mencabut kuasa tersebut.
“Warga RT 5 awalnya meminta bantuan LSM Pusaka untuk mengadvokasi kejadian ini, tetapi setelah itu mencabut kuasa,” ujarnya.
Keluhan mengenai debu juga disampaikan warga lainnya yang tidak ingin disebut identitasnya. Ia mengaku kolam miliknya menjadi kotor akibat debu yang masuk ke area kolam. Meski demikian, ikan yang berada di dalam kolam tersebut disebut masih hidup.
Selain persoalan debu, warga lainnya yang tidak ingin disebut identitasnya mengaku terganggu oleh bau menyengat yang tercium di sekitar permukiman.
“Kalau gatal dan tenggorokan serik tidak, hanya baunya yang menyengat,” ujarnya.
Warga lainnya mengaku lebih merasakan sesak ketika kondisi polusi mulai muncul. Menurutnya, keluhan berupa rasa gatal sudah tidak terlalu dirasakan.
“Lebih terasa sesak. Kalau gatal-gatal sudah tidak terlalu, menurut saya,” ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya mengaku merasakan sakit pada hidung ketika berada di luar rumah saat polusi mulai muncul. Keluhan tersebut dirasakan ketika ia melakukan aktivitas sehari-hari di sekitar rumah.
“Saya kalau keluar rumah, misalnya untuk menyiram bunga, hidung saya terasa sakit ketika polusi sudah mulai keluar,” katanya.
Dusun Kedamean diketahui berada tidak jauh dari PT Sorini Agro Asia Corporindo. Warga berharap kondisi tersebut mendapat perhatian dan dilakukan pemeriksaan oleh instansi berwenang untuk memastikan sumber debu maupun bau yang dikeluhkan masyarakat.
Keterangan mengenai dugaan sumber debu tersebut masih berdasarkan kesaksian warga. Untuk memastikan sumber, kandungan, serta dampak debu dan bau terhadap lingkungan maupun kesehatan, diperlukan pemeriksaan atau pengujian oleh pihak yang berwenang.
