Categories News

APINDO Kabupaten Subang Soroti Kendala Investasi dan Sumber Daya Manusia

Vox Populi, Subang – Kabupaten Subang kian menjadi magnet investasi, dengan realisasi pada triwulan II 2025 telah mencapai lebih dari Rp 4,89 triliun.

Namun di balik derasnya modal yang masuk, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Subang justru melihat ada beberapa permasalahan mendasar terkait kebijakan pemerintah yang dinilai belum memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Ketua APINDO Subang, Asep Rochman Dimyati, S.H., M.H menilai potensi ekonomi daerah masih belum termanfaatkan secara maksimal akibat persoalan regulasi dan ketidaksiapan sumber daya manusia (SDM) . Padahal Subang disebut memiliki struktur ekonomi yang kuat dari sektor pertanian, industri, hingga pariwisata, Kamis (11/9/2025).

“Subang ini dikenal sebagai daerah agraris dengan komoditas utama padi, jagung, nanas, tebu dan perkebunan sawit serta karet. Sektor ini menyerap tenaga kerja terbesar, namun masih menghadapi permasalahan produktivitas, irigasi dan tata niaganya,” ujar Ketua Apindo Subang dalam wawancara khusus.

Selain pertanian, Subang juga menjadi bagian penting dari kawasan industri dan pengembangan Rebana Metropolitan, terlebih dengan hadirnya Pelabuhan Patimban.

Kehadiran investasi besar di sektor otomotif, logistik, dan manufaktur membuat Subang diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Saat ditemui dalam peresmian Kantor Cabang PT. Swakarya Sinar Sejahtera, di jalan Letjend S. Parman, Soklat, Subang dirinya menegaskan bahwa potensi besar itu belum otomatis menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

“Ada fakta yang menunjukkan saat ini pengangguran cukup tinggi di tengah investasi masuk karena berbagai masalah terkait regulasi dan kepastian hukum yang masih belum jelas, terutama perizinan dan perlindungan investasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesiapan SDM lokal menjadi tantangan besar. Tenaga kerja Subang dinilai belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan industri baru, sehingga banyak perusahaan justru mendatangkan pekerja dari luar daerah.

“inilah yang menjadi hambatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Subang. Maka penting bagi Pemerintah Daerah untuk mengadvokasi SDM masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan industri yang datang di kabupaten Subang,” tambahnya.

Ketua APINDO juga menyoroti mekanisme perijinan yang dinilai berbelit dan sulit serta minimnya perlindungan investasi. Menurutnya, prinsip pelayanan terpadu satu pintu harus benar-benar dijalankan, bukan sekedar slogan.

“Kalau izin dipersulit, pengusaha akan berpikir ulang untuk berinvestasi. Padahal mereka membuka usaha salah satunya dengan tujuan menciptakan lapangan pekerjaan. Istilahnya jangan pelayanan terpadu satu pintu tapi masih banyak ditemui meja dan jendela,” kata Asep Rochman Dimyati.

Ketua APINDO Kabupaten Subang menekankan pentingnya intervensi pemerintah untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, agar kehadiran investasi benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat Subang.

APINDO juga berharap pemerintah daerah lebih proaktif mendorong kebijakan yang berpihak pada dunia usaha. Dengan begitu, Subang tidak hanya menjadi lahan investasi tetapi juga rumah bagi kesejahteraan rakyatnya sendiri.

Sementara itu di tempat yang sama owner  PT Swakarya Sinar Sejahtera, Andrianus Rino Waluyo, S.H. M.Kn mengatakan bahwa pembukaan kantor cabang di Subang juga untuk mendukung iklim investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Perusahaan yang bergerak di bidang konsultan manajemen, outsourcing, dan advokasi ini siap untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar mampu menjawab kebutuhan industri yang sedang berkembang pesat di Subang.

“Selain karena saya adalah kelahiran Subang yang telah lama meninggalkan kota ini, kami hadir di Subang dengan satu tujuan yaitu ingin menjadi manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi positif dalam menumbuhkan ekonomi,” ujar Andrianus Rino.

“ PT Swakarya Sinar Sejahtera akan menjadi jembatan kebutuhan perusahaan dengan kebutuhan masyarakat akan lapangan kerja serta meningkatkan produktivitas dengan tenaga kerja yang terlatih serta manajemen yang terorganisir,” tutupnya.

More From Author

Tinggalkan Balasan

You May Also Like

Kutip Bung Karno, Amithya Sebut DPRD Harus Jadi Garda Terdepan Kepentingan Rakyat

Vox Populi, Kota Malang – Di ruang rapat paripurna yang tertata rapi, peringatan Hari Ulang Tahun…

Skandal Korupsi 13,1 M Rekruitmen Perangkat Desa Kediri Menyeret Kampus Unisma

Vox Populi, Kota Malang – Seleksi perangkat desa di Kabupaten Kediri diduga bukan sekedar kompetisi administrasi.…

PDI Perjuangan Sampaikan Fakta : Program MBG Bukan Efisiensi Tapi Hisap Anggaran Pendidikan

Vox Populi, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Bidang Kerakyatan memastikan bahwa program Makan…